Proyek-proyek terkait

CELD bertindak sebagai sebuah sponsor lokal untuk sejumlah proyek-proyek penelitian internasional di area ini. Diantaranya adalah:

Dokumentasi bahasa Mor, Harald Hammarström

Mor adalah bahasa non-Austronesia yang berada di semenanjung Bomberai, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Indonesia. Penelitian lapangan di tahun 2010 dan 2012 telah menunjukkan bahwa saat ini terdapat kira-kira 30 orang dewasa yang dapat berbicara dengan lancar dan kira-kira 70 anak-anak dan remaja yang semi-pembicara, hampir semua dari mereka tinggal di kampung Mitimber yaitu kira-kira 5 jam dari Fakfak. Masyarakat Mor peduli dengan hilangnya bahasa mereka dan mereka mau untuk mempunyai sebuah kamus, koleksi teks dan jika mungkin, dukungan pemerintah untuk pengajaran bahasa Mor di sekolah lokal. Dokumentasinya sedang dilakukan dari tahun 2010-2013 dengan materi-materi yang dikumpulkan dengan tujuan pembuatan kamus, koleksi teks, dan deskripsi tata bahasa.

Dokumentasi bahasa Wandamen, Emily Gasser

Wandamen, juga disebut dengan Wamesa, adalah salah satu bahasa Austronesia dengan jumlah penutur kira-kira 8.000 orang. Wandamen terletak di sebelah tenggara Kepala Burung-Papua Barat, di sebelah barat berbatasan dengan Bintuni, di sebelah tenggara berbatasan dengan Wasior dan di sebelah utara berbatasan dengan teluk Wondama. Terdapat tiga dialek utama: Windesi, Wandamen, dan Bintuni. Wandamen adalah satu bagian dari subgroup bahasa Yapen, dan berkaitan erat dengan bahasa-bahasa seperti Wooi dan Ambai serta memiliki sedikit kaitan dengan Biak dan Dusner. Dengan dukungan dari CELD, proyek ini akan menghasilkan sebuah referensi tata bahasa Wandamen dengan sebuah fokus teoritikal pada aspek-aspek morfofonologi, dan juga sebuah kamus kecil bahasa Wandamen/Inggris/Indonesia dan sebuah korpus anotasi dan terjemahan dari teks-teks untuk digunakan oleh masyarakat.

Dokumentasi bahasa Ambel, Laura Arnold

Ambel adalah salah satu bahasa Austronesia dari kelompok South-Halmahera-West New Guniea. Penutur bahasa Amber tersebar di beberapa kampung di Pulau Waigeo dan satu kampung di pulau Batanta, di Kepulauan Raja Ampat. Penutur bahasa Ambel berjumlah sekitar 300 orang. Seperti bahasa-bahasa Austronesia lainnya, Ambel memiliki bukti kontak yang sudah lama dengan bahasa Non-Austronesia lainnya, seperti alienable/inalienable possessives dan sistem prosodi yang kompleks. Mulai tahun 2013, tujuan proyek ini adalah untuk membangun sebuah korpus anotasi audio-video bahasa Ambel yang korpus yang beraneka ragam dan dari berbagai gender bahasa. Korpus ini akan digunakan untuk membentuk deskripsi tata bahasa bahasa Ambel, dan juga untuk membuat sebuah kamus tiga bahasa (Ambel-Indonesia-Inggris).

Para peneliti internasional

Para peneliti yang merencanakan untuk melakukan penelitian lapangan di Papua diundang untuk mengerjakan penelitian mereka dan bekerjasama dengan CELD. Diantara hal-hal lain, CELD dapat memberikan dukungan untuk pekerjaan mereka dengan sebuah surat rekomendasi. Untuk informasi lebih lanjut silahkan baca pedoman CELD.