Pedoman untuk para peniliti asing

yang bekerja di bawah sponsor Center for Endangered Languages Documentation (CELD) di Universitas Negeri Papua (UNIPA)

CELD mengundang para peneliti asing untuk bekerjasama dan menggunakan sumber daya CELD dalam tugas mendokumentasikan bahasa di Papua-Indonesia. Untuk membuat usaha ini menjadi bermanfaat untuk kedua pihak, CELD memberikan pedoman sebagai berikut.

Mengembangkan kerja sama.

  1. Untuk melakukan penelitian akademik di Papua-Indonesia di bawah sponsor Center for Endangered Languages Documentation (CELD), peneliti diminta untuk membuat sebuah surat permohonan kerja sama (sponsorship). Surat permohonan tersebut kemudian dialamatkan ke direktur CELD.
  2. Di dalam surat permohonan dimaksud, peneliti diharapkan untuk menyebutkan dengan jelas tujuan, tempat, waktu dan keseluruhan target dari proyek penelitian, termasuk rincian semua peneliti yang terlibat jika bekerja dalam sebuah tim.
  3. CELD akan bertemu dengan rektor UNIPA dan pihak terkait seperti Pembantu Rektor I (Bagian Akademik), Pembantu Rektor IV (Bagian Kerjasama), dan kepala Pusat Penelitian Bahasa dan Budaya di Papua sehubungan dengan permohonan dimaksud. Jika semua pihak telah menyetujui proposal tersebut, CELD akan memberikan sebuah surat sponsor (yaitu surat undangan yang dapat digunakan untuk mengurus pelamaran visa di kedutaan/konsulat Indonesia). Surat undangan ini ditandatangani oleh rektor UNIPA.
  4. Pelamar harus melamar untuk visa yang tetap yang sesuai dengan petentingannya. Tujuan dari kunjungan harus disebutkan dengan jelas sebagai penelitian. Sesuai dengan peraturan dari pemerintah Indonesia, CELD tidak diijinkan dan tidak menginginkan mendukung penelitian apapun di lapangan oleh para peneliti yang datang dengan menggunakan visa yang tidak sesuai seperti visa turis, visa on-arrival, atau jenis visa lain yang tidak terkait.
  5. CELD akan mengirimkan surat rekomendasi (yang sudah ditandatangani oleh rektor) ke setiap pelamar dan pelamar akan menggunakannya pada saat melamar visa. CELD tidak akan mengirim langsung ke kedutaan Indonesia. Akan tetapi, jika diharuskan untuk mengirimkannya secara langsung, CELD akan melakukannya.
  6. Setelah mendapatkan visa, pihak yang disponsori diharuskan datang ke kantor CELD-UNIPA Manokwari untuk perencanaan dan konsultasi lebih jauh, sebelum turun ke lapangan. Pihak yang disponsori tidak boleh langsung pergi ke lapangan untuk membuat penelitian kecuali dia mendapat persetujuan khusus dari CELD dan/atau pihak pemerintah di daerah yang berkepentingan seperti, kepolisian dan imigrasi.

Bekerja di bawah sponsor

Poin-poin berikut ini harus dipertimbangkan oleh para peneliti asing yang melakukan penelitian di Papua di bawah sponsor dari Center for Endangered Languages Documentation (CELD).

  1. Pihak yang disponsori dianjurkan untuk mempelajari dan memahami visi dan misi CELD yang dijelaskan di website http://www.celd-papua.net.
  2. Pihak yang disponsori terikat oleh peraturan-peraturan dan pedoman CELD.
  3. Khususnya untuk perjalanan yang pertama, pihak yang disponsori diminta datang ke CELD untuk fase orientasi di mana harus mengikuti aktivitas-aktivitas berikut ini: (i) mengenal staf CELD dan sistem kerjanya, (ii) mempelajari bahasa Melayu Papua yang dasar (yang merupakan hal penting untuk melakukan penelitian lapangan di Papua), (iii) membicarakan dan mendiskusikan kerjasama antara CELD dan pihak yang disponsori. Hasil dari diskusi ini akan dicatat dalam sebuah persetujuan kerjasama antara CELD dan pihak yang disponsori. Persetujuan ini akan menjelaskan tugas-tugas dan tanggungjawab dari kedua belah pihak.
Center for Endangered Languages Documentation (CELD)
Universitas Negeri Papua
Po Box 206
Manokwari 98314, Indonesia

www.celd-papua.net