Sejarah

Center for Endangered Languages Documetation (CELD) didirikan pada tahun 2009 di Universitas Negeri Papua (UNIPA), agar dapat memfasilitasi penelitian linguistik dan antropologi terkini dalam menjangkau komunitas dari bahasa-bahasa yang hampir punah di Papua.

CELD dilengkapi dengan teknologi terkini dalam dunia pendokumentasian bahasa dan budaya. Disamping itu, CELD mengembangkan strategi-strategi dan materi-materi dengan masyarakat penutur untuk melindungi pengetahuan bahasa dan budaya mereka secara independen.

Pada program pertamanya, CELD fokus pada bahasa Wooi, sebuah bahasa di kepulauan Yapen. Pulau Yapen adalah sebuah pulau di Teluk Cenderawasih, di bagian utara daratan Papua. Penduduk yang menghuni pulau Yapen berjumlah 83.696 jiwa. Sedangkan penutur asli bahasa Wooi berjumlah kurang lebih 1,800 orang. Pada tahun-tahun mendatang, CELD akan memperluas proyeknya dengan berfokus pada lebih dari kira-kira 280 bahasa yang ada di Papua, dengan memanfaatkan kapasitas dari pusat ini dan peneliti-peneliti mudanya.

< Proyek utama yang sedang dikerjakan oleh CELD saat ini adalah bahasa Wooi, Iha, dan Yali, serta proyek–proyek terkait