Dokumentasi Iha

Bahasa

Iha adalah salah satu bahasa yang terancam punah, terdapat di wilayah teluk Bomberai bagian barat, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Indonesia. Penutur asli bahasa Iha mendiami daerah pedalaman Kokas dan bagian pesisir utara semenanjung Onin. Secara etimologi, Iha berkaitan dengan kata Ihandin yang berarti “inti bahasa”. Di samping sebagai nama bahasa, orang-orang di Fakfak menggunakan nama Iha sebagai nama etnik dan marga dari kelompok penutur Iha di Kabupaten Fak-fak.

Terdapat kira-kira 20 bahasa yang ditemukan di sekitar Fakfak. Bahasa-bahasa tersebut tersebar dari kabupaten Fakfak sampai ke kabupaten Kaimana. Iha secara umum digunakan sebagai bahasa pemersatu oleh masyarakat tradisional di Fakfak dan Kaimana. Selain bahasa Iha, masyarakat di Fakfak berkomunikasi dengan bahasa Melayu Papua, khususnya masyarakat pendatang. Pada studi awal (2008) ditemukan bahwa bahasa Iha masih dipakai kira-kira di 48 kampung. Menurut Donohue (1993), jumlah penutur kira-kira 5.500 orang.

Grimes (2000) mengklasifikasikan bahasa Iha sebagai rumpun Trans New Guinea, main section, central-western, west Bomberai proper. Voorhoeve (1975) mengidentifikasikan dialek bahasa Iha yang dipakai di sepanjang area pesisir yaitu Kapaur dan diasumsikan berkaitan erat dengan Baham.

Geografi

Fakfak berada pada 2° 55' 32.51" lintang Selatan dan 132° 18' 19.60" bujur timur, dengan ketinggian bervariasi antara 200-2.500 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan Fakfak Dalam Angka 2004 (BPS), batas wilayah Fakfak meliputi kabupaten teluk Bintuni di sebelah utara, laut Arafura dan kabupaten Kaimana di sebelah selatan, laut Seram dan teluk Berau di sebelah barat dan kabupaten Kaimana di sebelah timur.

Masyarakat dan Budaya

Fakfak merupakan wilayah pertemuan antara komunitas multibahasa dan multibudaya. Penduduk aslinya adalah orang Melanesian yang hidup berdampingan dengan masyarakat non Papua dari berbagai suku di Indonesia. Akulturasi ini sudah berlangsung sejak dulu.

Ada dua agama besar yang ada di Fakfak yaitu Islam (60%) dan Kristen (40%). Agama Islam sudah dikenal sejak era Kesultanan Ternate dan Tidore (1200-1400).

Program Iha

CELD UNIPA mulai mendokumentasikan bahasa dan budaya Iha pada bulan Maret 2009. Penelitinya adalah lulusan UNIPA, Sutriani Narfafan. Sebuah korpus multifungsional bahasa Iha sekarang sedang direkam, dianotasi dan ditranskripsi.